SIBOLI merupakan akronim dari tiga kecamatan yang dahulu berada dalam wilayah Kawedanan Boja, yaitu Singorojo, Boja, dan Limbangan. Ketiga kecamatan yang terletak di bagian tenggara Kabupaten Kendal ini membentuk satu kawasan yang dikenal sebagai wilayah Siboli.
Berada di lereng Gunung Ungaran dengan ketinggian sekitar 200 hingga lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), Siboli memiliki bentang alam yang sangat sesuai untuk budidaya kopi. Bersama kawasan eks Kawedanan Selokaton, wilayah ini menjadi sentra produksi kopi utama di Kabupaten Kendal.
Dari total produksi kopi Kabupaten Kendal yang mencapai sekitar 2.000 ton per tahun, lebih dari separuhnya berasal dari wilayah Siboli. Jenis kopi yang paling banyak dibudidayakan adalah Robusta, disusul Liberika, sedangkan Arabika hanya ditanam secara terbatas pada daerah dengan ketinggian di atas 800 mdpl yang memiliki kondisi agroklimat yang lebih sesuai.
Selama bertahun-tahun, sebagian besar hasil panen Kopi Siboli dipasarkan ke luar daerah dalam bentuk buah kopi segar maupun green bean. Produk olahan yang dipasarkan dengan identitas daerah masih relatif terbatas sehingga karakter dan keunikan cita rasa Kopi Siboli belum banyak dikenal oleh masyarakat luas.
Namun, kondisi tersebut perlahan mulai berubah. Kesadaran petani terhadap pentingnya budidaya yang baik semakin meningkat, begitu pula pemahaman mengenai pengolahan pascapanen yang mampu menghasilkan mutu kopi yang lebih konsisten. Di sisi hilir, jumlah pelaku usaha kopi dan roastery lokal juga terus bertambah sehingga semakin banyak kopi asal Siboli yang diproses dan dipasarkan dengan identitas daerahnya sendiri.
Perkembangan kualitas tersebut mulai terlihat dari tumbuhnya Komunitas Kopi Siboli yang berkiprah dalam berbagai ajang penilaian kopi spesialti. Pada keikutsertaan pertama dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) tahun 2020, kopi asal Siboli memperoleh nilai 80,75. Pada tahun-tahun berikutnya nilainya meningkat hingga mencapai 83,17. Walaupun belum berhasil meraih gelar juara, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kualitas Kopi Siboli terus berkembang dan memiliki potensi untuk semakin dikenal sebagai salah satu kopi unggulan dari Jawa Tengah.
Saat ini, Siboli sudah dikenal sebagai kawasan penghasil kopi, yang walaupun tidak dalam jumlah besar tetapi terus berbenah untuk menghasilkan kopi berkualitas melalui peningkatan budidaya, pengolahan, dan pengembangan sumber daya manusia di sepanjang rantai nilai perkopian.