Jenis Kopi

Secara botani, genus Coffea memiliki lebih dari 120 spesies kopi liar yang tumbuh di berbagai belahan dunia. Sampai saat ini yang banyak dibudidayakan dan diperdagangkan adalah Kopi Arabika (Coffea arabica), Kopi Robusta (Coffea canephora), dan sedikit Kopi Liberika/Ekselsa (Coffea liberica). Sebagian besar spesies belum dikenal, walaupun cukup banyak yang sudah diidentifikasi.

Gambar ilustrasi oleh AI, tidak untuk dijadikan acuan.
Meskipun jarang diproduksi secara massal, beberapa spesies di bawah ini mulai banyak diteliti dan dibudidayakan karena ketahanannya terhadap perubahan iklim atau keunikan rasanya:

  1. Kopi Stenophylla (Coffea stenophylla): Kopi langka asal Afrika Barat ini dikenal sebagai "kopi dataran rendah Sierra Leone". Spesies ini sangat menarik perhatian industri kopi karena rasanya yang dinilai mirip dengan Arabika berkualitas tinggi (manis, kompleks, buah-buahan), tetapi memiliki keunggulan luar biasa berupa daya tahan yang sangat kuat terhadap suhu panas dan iklim ekstrem.
  2. Kopi Racemosa (Coffea racemosa): Berasal dari wilayah Mozambik dan Afrika Selatan, kopi ini memiliki ukuran biji yang sangat kecil. Pohon Coffea racemosa dikenal sangat tangguh karena mampu bertahan hidup di lingkungan yang sangat kering dan minim air. Rasa kopinya cenderung unik dengan kandungan kafein yang jauh lebih rendah daripada Arabika atau Robusta.
  3. Kopi Eugenioides (Coffea eugenioides): Spesies ini merupakan salah satu "orang tua kandung" dari kopi Arabika (Arabika terbentuk dari persilangan alami antara Coffea eugenioides dan Coffea canephora). Karakteristik utama dari kopi ini adalah rasanya yang sangat manis secara alami dengan tingkat kepahitan yang sangat minim, sehingga sering digunakan oleh para barista dalam kompetisi kopi dunia tingkat internasional.
  4. Kopi Congensis (Coffea congensis): Kopi ini tumbuh secara alami di sepanjang cekungan Sungai Kongo, Afrika. Secara bentuk fisik dan ketahanan penyakit, Coffea congensis memiliki karakteristik yang mirip dengan Robusta, namun menghasilkan seduhan kopi dengan kualitas keasaman yang lebih condong seperti Arabika.
  5. Kopi Charrier (Coffea charrieriana): Ditemukan di Kamerun, spesies kopi ini sangat unik karena merupakan kopi bebas kafein (decaf) alami pertama yang ditemukan di Afrika Tengah. Biji kopi dari tanaman ini sama sekali tidak mengandung kafein, sehingga menjadi subjek penelitian penting untuk menghasilkan varietas kopi sehat di masa depan tanpa perlu proses kimiawi buatan.
Dan masih banyak lagi.

Selanjutnya, fokus pembahasan dalam website ini hanya mencakup Kopi Arabika, Kopi Robusta, dan Kopi Liberika/Ekselsa.


Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dan pemahaman admin. Bilamana ada bagian yang kurang sesuai, silakan mengirimkan masukan melalui Whatsapp dengan klik tombol di bawah ini: