Tujuan utama pengolahan kopi adalah memisahkan biji kopi dari kulit dan daging buahnya, serta menurunkan kadar air hingga aman untuk disimpan atau dikirim. Selain itu, tahapan proses ini sangat krusial dalam mempertahankan, membentuk, dan mengembangkan kualitas, aroma serta cita rasa khas biji kopi.
Proses pengolahan kopi terbagi menjadi beberapa tahapan utama dengan tujuan spesifik masing-masing:
![]() |
| Gambar ilustrasi oleh AI, tidak untuk dijadikan acuan. |
PENGOLAHAN PASCAPANEN
Proses Primer dengan hasil akhirnya adalah green bean, meliputi:
- Pembersihan & Sortasi: Memisahkan buah kopi yang matang sempurna (berwarna merah) dari buah yang cacat atau kotoran.
- Pengupasan Daging Buah & Kulit: Menghilangkan daging buah, lapisan lendir, dan kulit tanduk untuk memperoleh biji kopi yang bersih.
- Pengeringan: Mengurangi kadar air biji kopi hingga mencapai standar ideal 11 % - 12 % agar tidak mudah ditumbuhi jamur dan tahan lama saat disimpan.
Pada masa kolonial Belanda proses pengolahan kopi dilakukan dengan dua cara yaitu WIB dan OIB. Keduanya merupakan singkatan dari bahasa Belanda yang mendeskripsikan cara pengolahan buah kopi. Berikut adalah penjelasannya:
WIB (West Indische Bereiding): Berarti pengolahan cara basah (wet process). Buah kopi yang baru dipetik direndam dan dikupas daging buahnya menggunakan mesin saat masih basah. Setelah itu, biji difermentasi dan dicuci bersih dari sisa lendir sebelum dikeringkan.
Karakteristik: Biji kopi berwarna hijau kebiruan, lebih bersih, ukuran biji seragam, dan tidak banyak yang pecah.Praktik: Umumnya dijalankan oleh perkebunan atau industri besar karena membutuhkan mesin dan pasokan air yang banyak.
OIB (Oost Indische Bereiding): Berarti pengolahan cara kering (dry process). Buah kopi yang baru dipetik langsung dijemur di bawah sinar matahari selama 10-14 hari tanpa dikupas. Setelah benar-benar kering (menjadi kopi gelondong), barulah kulit luar, daging, dan kulit tanduknya dikupas sekaligus.
Karakteristik: Biji kopi berwarna lebih gelap, memiliki kadar cacat yang relatif lebih tinggi, dan lebih banyak biji yang pecah.Praktik: Umumnya diproduksi langsung oleh para petani kopi skala kecil (rakyat) karena metodenya yang sangat sederhana dan hemat biaya.
Secara umum, kopi WIB menghasilkan kualitas biji yang lebih premium (sering diekspor sebagai komoditas grade pertama) dibandingkan OIB.
PENGOLAHAN LANJUTAN
Proses Sekunder dengan hasil akhir seduhan kopi yang siap dinikmati, meliputi:
- Penyangraian (Roasting): Memanaskan biji kopi mentah (biji hijau) untuk mengembangkan senyawa rasa, warna, dan aroma khas kopi yang siap seduh.
- Penggilingan (Grinding): Menghaluskan biji kopi sangrai menjadi bubuk untuk memaksimalkan proses ekstraksi saat diseduh.
10 TAHAPAN PENGOLAHAN KOPI
Disadur dari situs Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia, secara umum ada 10 tahapan proses mulai dari petik panen sampai dengan penyajian kopi sebagai berikut:
2. Sortasi Buah Kopi
Setelah dipetik, buah kopi disortir berdasarkan kualitasnya. Setiap kelompok kualitas kemudian diolah secara terpisah. Tahap ini penting untuk menjaga keseragaman mutu hingga proses akhir serta mencegah tercampurnya buah kopi berkualitas baik dengan buah yang berkualitas rendah.
4. Fermentasi
5. Pengeringan Biji Kopi
6. Pengupasan Akhir
7. Penyortiran dan Grading
8. Roasting (Penyangraian)
9. Penggilingan (Grinding)
10. Penyeduhan dan Penyajian
